Perawatan Hemodialisa Jadi Pilihan Pasien Gagal Ginjal

loading…

Perawatan hemodialisa menjadi pilihan untuk pasien gagal ginjal. Sementara, cara lainnya bisa dengan transplantasi ginjal. Foto/Istimewa.

JAKARTA – Penyakit ginjal kronis merupakan salah satu masalah kesehatan global. Penyebab paling umum dari penyakit ginjal adalah diabetes dan hipertensi yang timbul dari gaya hidup yang malas bergerak, perubahan dalam diet atau kebiasaan pola makan yang salah dan bertambahnya usia.

Pada penyakit ginjal tahap akhir atau gagal ginjal, ginjal berhenti berfungsi secara normal sehingga cairan ataupun kotoran mulai menumpuk di dalam tubuh. Pasien gagal ginjal memiliki dua pilihan, yakni transplantasi ginjal atau hemodialisa. Karena ketersediaan organ ginjal untuk transplantasi sangat kurang, kebanyakan pasien gagal ginjal memilih perawatan hemodialisa.

“Perawatan hemodialisa mengambil alih tugas ginjal untuk membuang kelebihan cairan dan menyaring produk limbah dari darah, mengatur tekanan darah, keseimbangan elektrolit, dan produksi sel darah merah dalam tubuh. Oleh karena itu perawatan homedialisa yang tepat dan berkualitas tinggi sangat penting untuk kelangsungan kesehatan pasien,” kata Dr Ginova Nainggolan SpPD-KGH.

“Menyadari kebutuhan perawatan bagi pasien gagal ginjal di Indonesia, kami membuka klinik di daerah Pondok Indah dengan investasi sekitar Rp30 miliar dan menyiapkan 22 ruang perawatan, serta teknologi dan sumber daya manusia yang terlatih untuk memberikan perawatan terbaik bagi pasien di Indonesia,” tambah Chan Wai Chuen, Presiden Direktur RenalTeam Clinic.

Pada proses perawatan hemodialisa , air adalah faktor utama dan dibutuhkan dalam jumlah yang besar. Oleh sebab itu kualitas air menjadi sangat penting. Renalteam memastikan air yang digunakan berkualitas baik bebas dari kuman,  bakteri ataupun bahan-bahan kimia lainnya. Pasien gagal ginjal dengan masalah kesehatan tambahan seperti diabetes, hipertensi atau penyakit kardiovaskular sangat rentan terhadap kualitas air yang buruk.

“Kami menggunakan Reverse Osmosis (RO) Water System dari Swedia untuk memastikan kualitas air yang baik bagi seluruh proses cuci darah. RO water system memiliki membran khusus yang didesain untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi dalam air sehingga menghasilkan perawatan yang lebih baik bagi pasien,” jelas Chan Wai.

Menurunya keselamatan pasien menjadi hal utama dalam perawatan hemodialisa berkualitas tinggi. Pihaknya menerapkan langkah-langkah keselamatan pasien yang sama seperti yang diterapkan di klinik yang ada Singapore dan Malaysia.

“Ini termasuk penggunaan mesin hemodialisa individu di setiap ruangan dan ruang isolasi khusus untuk pasien hepatitis.  Infeksi virus hepatitis sering menyerang pasien gagal ginjal, oleh karenanya kami memisahkan tempat perawatan pasien hepatitis sehingga tidak ada peluang untuk terjadi penularan,” bebernya.

Yang tidak kalah penting, pasien RenalTeam juga didorong untuk memahami dan berpartisipasi aktif dalam kelangsungan kesehatan mereka. Melalui aplikasi mobile khusus pasien RenalView, pasien memiliki akses ke informasi diagnosis dan rencana pengobatan mereka, kondisi kesehatan mereka, hasil laboratorium hingga obat-obatan.

RenalView memberikan akses kepada pasien dan pihak keluarga dapat melihat catatan kesehatan mereka kapan saja dan dimana  saja sehingga diharapkan secara psikologis dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada pasien dan membantu kondisi kesehatan mereka secara keseluruhan.

“Bagi pasien hemodialisa sangat disarankan agar pasien menjalani perawatan dialisis 3 kali seminggu dan mengubah gaya hidup mereka. Secara keseluruhan, olahraga rutin, diet sehat, berhenti merokok dan mengelola stres Anda adalah hal-hal yang akan meningkatkan harapan hidup pasien,”jelas dr Okki Ramadian Sp.PD.

(tdy)