Chow Yun Fat Aktor Kaya yang Bersahaja

loading…

Di balik kekayaan yang mencapai lebih dari Rp10 triliun, Chow Yun Fat justru memilih hidup sederhana. Hartanya pun lebih banyak dia donasikan untuk yang membutuhkan.

Pendapatan biasanya berbanding lurus dengan gaya hidup. Tak ayal, banyak selebritas yang tidak berpikir dua kali untuk menggelontorkan koceknya demi mendapatkan kemewahan dan kenyamanan hidup.

Namun, Chow Yun Fat mungkin pengecualian. Meski bergelimang harta, pria kelahiran 18 Mei 1955 ini memilih hidup bersahaja dalam kesehariannya. Bukannya kendaraan mewah teranyar yang mengantarnya bepergian sambil disopiri, Chow lebih nyaman menggunakan moda transportasi umum.

Dia juga sudah biasa makan di pinggir jalan dan membeli baju dengan harga murah, bukannya busana keluaran brand ternama layaknya selebritas papan atas.

Di atas segala sikap sederhananya, yang paling mengejutkan adalah rencana menyumbangkan kekayaannya sebesar Rp10,8 triliun ke berbagai lembaga amal. Hal ini terungkap dari pernyataan sang istri, Jasmine Tan, sekaligus manajer Chow.

Menurut Chow, uang hasil jerih payahnya selama ini bukanlah miliknya. Mencari uang bagi Chow bukanlah suatu kesulitan. Yang menjadi tantangan justru bagaimana menjaga pikiran tetap damai, hidup sederhana, dan bisa bersimpati kepada orang lain.

Berbekal prinsip itu, tidak mengherankan jika selama 17 tahun terakhir Chow hanya menggunakan ponsel Nokia generasi pertama. Barulah ketika ponsel itu rusak, mau tidak mau Chow membeli telepon genggam baru. Pria yang terkenal dengan film-film action-nya ini mengaku sebetulnya bukan sosok yang menyukai kekerasan.

“Saya seorang Buddha dan dalam kehidupan nyata saya benci kekerasan. Saya sama sekali tidak suka. Tetapi, saya harus melakukannya karena itu pekerjaan saya,” beber pria berusia 63 tahun itu.

Dalam keseharian, Chow dikenal sebagai pribadi yang sangat ramah, amat jauh dari karakter yang biasa dia perankan di film. Lahir di Pulau Lamma, Hong Kong, Chow mulai membuka mata terhadap dunia akting saat keluarganya pindah ke Kota Kowloon, Hong Kong, dari desa.

Aktingnya dipengaruhi berbagai film Asia, Amerika, termasuk Prancis, yang dia saksikan di teater setempat. Karier Chow dimulai pada usia 18 tahun. Saat itu dia bekerja di studio TV di Hong Kong. Pada usia 21 tahun, namanya sudah terkenal di acara TV China.

Dia menyelesaikan lebih dari 1.000 episode dalam berbagai program, mulai opera sabun, drama, hingga komedi. Dia lalu melirik film sebagai destinasi selanjutnya. Sejak 1987-1990, Chow sudah langganan menerima penghargaan. Tetapi, tetap saja dia masih sosok yang asing bagi penonton di negara Barat.

Semua berubah ketika dia bertemu sutradara John Woo. Kebetulan John mencari figur yang di mata penonton terlihat sebagai sosok penyayang keluarga yang dapat diandalkan. Mereka pun membuat berbagai film blockbuster, seperti A Better Tomorrow III (1989) yang melambungkan nama keduanya di kancah internasional, disusul The Killer (1989) dan Hard-Boiled (1992) yang juga menjadi legendaris.

Setelah Hong Kong menyatu dengan daratan China, banyak pembuat film dan aktor yang pindah ke Amerika, Chow salah satunya. Keputusan yang dia ambil tidak sia-sia. Chow berhasil mendapat peran di film Amerika berjudul The Replacement Killers dan The Corruptor pada 1999. Berbagai peran dia lakoni.

Dia tidak ingin hanya dikenang sebagai aktor laga semata. “Saya ingin memerankan berbagai peran, bukan hanya sebagai pria tangguh. Saya juga ingin bermain di film komedi atau melodrama seperti Tom Hanks,” ujar Chow.

Kemampuan akting Chow tidak kalah dengan aktor Barat. Buktinya, dia mendapat banyak penghargaan untuk perannya di film Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000).

Walau terus bermain di film China, Chow tetap dipanggil untuk absen di film dengan aktor-aktor sekaliber Johnny Deep, Orlando Boom, dan Bill Nighy di film American Blockbusters such as Pirates of the Caribbean: At Worlds End (2007).

(don)