Bams eks Samsons Makin Serius Tekuni Bisnis Kuliner

loading…

Mantan vokalis band Samsons, Bams, makin serius dengan bisnis kuliner dan berencana untuk kembali membuka gerai dan outlet Fit Lo-Kal di sejumlah tempat. (KORAN SINDO/Thomas Manggala)

JAKARTA – Mantan vokalis band Samsons, Bambang Reguna Bukit alias Bams, makin serius dengan bisnis kuliner yang dijalaninya. Bams berencana untuk kembali membuka gerai dan outlet bernama Fit Lo-Kal di sejumlah tempat. Bagi Bams, membuka gerai dan outlet lebih banyak merupakan caranya menjaga kesuksesan bisnis restoran yang dikelolanya tersebut.

“Bagus update-nya. Dan sebenernya mau buka satu lagi tiap bulan. Ketiga keempat kelima lebih cepat. Dari pertama buka soalnya untungnya bagus, enggak nombok,” katanya kepada KORAN SINDO saat ditemui di booth PT Bungasari Flour Mills dalam pameran SIAL InterFood 2018, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Berbicara soal bisnisnya, mantan vokalis band Samsons ini pun mengaku tak mau menjadi pengikut atau follower. Bams mengklaim ingin selalu menjadi penemu atau trendsetter. “Saya enggak percaya ikuti tren. Saya dan teman-teman maunya jadi inventor ke depan. Selalu buat tren. Motto kami kalau enggak bisa jadi inventor mending enggak usah buat,” kata dia.

Riset yang dilakukan mendorong Bams membuat sesuatu menu kuliner yang belum ada di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Bams juga memiliki tips bagi pelaku usaha kuliner agar tetap bertahan. “Paling penting itu kualitas, setelah orang suka, maka yang penting menjaga kualitas semuanya termasuk bahan, rasa serta kepercayaan dengan konsumen, sehingga gak hanya sekadar murah namun menu kuliner juga harus unik dan menciptakan inovasi didalamnya,” ujar Bams.

Pria kelahiran Ottawa, Kanada, 16 Juni 1983 ini pun mengaku, bisnisnya dibidang kuliner dilatari oleh kecintaan dan hobi ibunya, Desiree Tarigan, dalam memasak. Sedangkan untuk menu makanan yang digarapnya, karena mengusung tema sehat, hampir 90% tidak menggunakan tepung. “Kami sedikit yang enggak pakai tepung, karena makanan kami menjaga kalori,” papar Bams.

Keduanya saling berbagi cerita seputar kehangatan, keakraban, hingga keseruan saat hadir sekaligus melakukan baking demo Lamington Cake keduanya hadir di booth Selebaking 2018 yang diadakan oleh PT Bungasari Flour Mills Indonesia.

“Saya senang sekali mendapatkan kejutan dari kedatangan anak saya,” ujar Desiree yang melihat kehadiran putranya dari belakang demo kitchen saat dia tengah mendemokan pembuatan Lamington Cake.

Menurut Desiree, sejak kecil, anak-anaknya telah terbiasa dengan kue-kue buatan rumah seperti kue lapis, yang merupakan salah satu kue favorit putranya yang mantan pentolan band Samsons.

“Gua suka banyak cake tapi karena jarang makan manis, gua agak sulit untuk menentukan batasan apakah cake itu enak atau nggak tapi macaroni cheese buatan mama itu favorit gue banget,” tutur Bams.

Menimpali pernyataan putranya, Desiree mengatakan bahwa dirinya memang jarang membuat kue yang manis. “Karena saya tahun kalau Bams itu sudah manis,” candanya.

Lantas bagaimana kariernya dalam bidang musik selepas memutuskan mundur sebagai vokalis band Samsons yang membesarkan namanya sebagai penyanyi? Bams mengakui tampil solo membuat dirinya dapat menentukan warna musik yang dinyanyikannya. Dirinya mengaku lebih bebas mengeluarkan idealisme dalam bermusik ketika tampil solo dan tak terbentur serta pusing dengan bayaran yang diterima olehnya.

“Kalau gua murni, jadi lebih gua musiknya. Kalau dibilang lebih bisa ngeeksplor iya, tapi ya lebih ke gua aja sih musiknya dan gue masih keluarin single by single dulu belum album dan sekarang bisa bawakan lagu sesuai idealisme gue dalam bermusik bisa pop ditambah elctronic music dan lainnya serta enaknya lagi kerjaan gue sekarang bukan berdasarkan nominal yang didapatkan,” kata dia.

Lekat sebagai ikon band Samsons tak membuatnya ingin lepas dari bayangan masa lalunya tersebut justru brand sebagai vokalis Samsons itu membuat karyanya mudah diterima oleh pendengar karena sudah tau sekaligus memudahkannya dalam membentuk karakter dan identitas ketika menjalani solo karier.

“Jujur saja gue gak memantau langsung penerimaan dari fans saat gue solo karier dan gue juga gak mau lepas dari bayangan karakter masa lalu yang begitu lekat sebagai vokalis Samsons dan gue pikir kalo gak manfaatkan itu sebuah kebodohan karena gak mungkin seperti Pasha lepas dari band Ungu atau Ariel dari Peterpan dan lainnya mereka pasti akan dingat sebagai vokalis band itu,” ujar dia.

Bams resmi mundur dari Samsons pada Juni 2013. Sebelum mundur, Bams sempat membuat dua album bersama Samsons. Album debut, Naluri Lelaki (2006) dirilis di bawah label Universal Music Indonesia. Album kedua Samsons, Penantian Hidup dirilis setahun kemudian.

(alv)