Brie Larson “Captain Marvel” dorong inklusi di balik layar

Jakarta (ANTARA) – Aktris Brie Larson memanfaatkan peran utamanya di “Captain Marvel”, kisah pahlawan super pertama dengan tokoh utama perempuan dari Marvel Studios, untuk mendorong keterlibatan perempuan di balik layar.

Perempuan 29 tahun pemenang Aktris Terbaik di Oscar 2016 untuk film “Room” itu mulai mendorong agar semakin banyak perempuan di depan dan balik layar lebih dari setahun lalu.

Jadi ketika mempromosikan “Captain Marvel”, yang mulai tayang kemarin, dia melobi agar lebih banyak perempuan dan orang-orang dengan kulit berwarna yang mewawancarainya.

“Film ini memberikanku kesempatan dan platform untuk lebih fleksibel melakukan hal yang lebih besar lagi, dan saya memanfaatkan kesempatan itu,” kata Larson pada Reuters Television.

Saat memberi pidato tahun lalu, Larson mengatakan 64 persen ulasan untuk 100 film terlaris Hollywood pada 2017 ditulis oleh pria kulit putih.

“Captain Marvel” bukan film pahlawan super pertama yang mengedepankan perempuan sebagai tokoh utama. “Wonder Woman” dari DC Comics yang dibintangi Gal Gadot sudah mendobrak batasan itu pada 2017.

Tapi seperti “Wonder Woman”, Larson mengatakan “Captain Marvel” juga tak cuma asal bicara soal memberi kesempatan pada perempuan. Film itu juga melibatkan Anna Boden sebagai co-director dan co-writer.

“Kami bercerita tentang kisah perempuan, tapi tak cukup cuma bilang, ‘cari saja pemeran utama perempuan, dan itu artinya kita sudah melakukannya!'” ujar Larson.

“Kau harus melibatkannya di semua aspek.”

Dalam “Captain Marvel”, Larson berperan sebagai mantan pilot pesawat perang Carol Danvers pada 1990-an, yang menjadi Captain Marvel, pahlawan super yang terjebak di antara perang galaksi antar dua ras alien.

Film ini juga berkisah tentang persahabatan perempuan, di mana aktris kulit hitam Lashana Lynch memainkan karakter sahabat Danver, pilot Maria Rambeau.

Lynch mengatakan film ini menjadi penanda “momen istimewa untuk bisa mewakili perempuan dan orang kulit berwarna secara positif.”

Larson, debut sebagai sutradara dalam film “Unicorn Store” yang akan tayang di Netflix, mengatakan dia merasa terdorong dengan langkah-langkah studio Hollywood untuk jadi lebih inklusif.

Baca juga: Brie Larson Aktris Terbaik Oscar 2016

Baca juga: Beradegan dengan kucing, Brie Larson “Captain Marvel” alergi

Baca juga: “Captain Marvel”, kisah super hero perempuan tayang hari ini

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019